Total Pageviews

Sunday, October 10, 2010

Seribu Tahun Menuju Keabadian


Seribu tahun dan mungkin seribu tahun lagi atau ribuan juta pintu masih harus kujalani menuju keabadian. Aku mungkin saja telah hidup dalam seribu kehidupan sebelumnya dan seribu kali menapaki tangga-tangga langit yang tidak pernah berakhir menuju menara jiwa. Jika memang perlu seribu tahun lagi dan seribu pertikaian lagi, menara-menara itu bisa saja muncul pada lantai-lantai langit yang tidak terkira banyaknya dan aku tidak akan pernah tahu menara mana yang akan kutuju.

Aku bisa saja meneteskan jutaan air mata, menghembuskan trilyunan nafas dan mengucapkan jutaan nama. Namun hanya satu kebenaran yang kuhadapi. Aku telah menempuh jutaan jalan, merasakan jutaan rasa takut, mengeluhkan jutaan terik matahari dan mengalami jutaan ketidakpastian. Aku bisa saja telah membicarakan berjuta kebohongan, menyanyikan berjuta nyanyian, menuntut jutaan hak, membuat berjuta kesalahan pada keseimbangan waktu ini, tiga dekade lebih dan masih ribuan tahun lagi. 

Namun jika dulunya pernah ada sebuah kebenaran, sebuah cahaya, sebuah pemikiran, sebuah sentuhan yang lembut dan agung dan yang kemudian mengikuti titik tunggal ini, sesuatu yang menyala, sebuah kenangan yang selalu menghantui tentang sebuah wajah…

Misteri-misteri itu membentang ribuan kali seperti hamparan galaksi di kepalaku. Aku bisa saja tidak terhitung, aku bisa saja innocent, aku bisa saja mengetahui banyak hal, dan aku bisa saja menjadi dungu. Atau aku bisa saja dulunya pernah bersama para raja dan menaklukkan banyak negeri atau memenangkan dunia ini dengan kartu dan membiarkannya tergelincir di tanganku.

Aku bisa saja menjadi meriam penghancur yang menghancurkan ribuan kali kehidupan manusia dan setelah itu terlahir kembali sebagai seorang anak yang beruntung untuk menghakimi kejahatan-kejahatan lainnya atau memakai jubah haji atau menjadi pencuri biasa.

Namun aku telah menjaga keyakinan tunggal ini dan satu yang kuyakini  bahwa…Aku masih mencintaiMu, aku masih menginginkanMu dan aku  masih membutuhkanMU

Seperti yang kukatakan tadi, ribuan kali misteri-misteri itu membentang seperti hamparan galaksi di kepalaku. Namun saat ini misteri-misteri itu mulai terus mengendap dan keabadian masih tidak terkatakan hingga…Engkau mencintaiku, Tuhan!

(Dedicated to my Long journey of life in one of its points of route at 25th September 2010)

No comments: