
Suatu siang pada zaman pra sejarah, sekelompok manusia sedang duduk-duduk dan berbincang serius. Seorang di antara mereka berkata ” kelak di masa depan ada sebuah kotak yang kecil dimana kita bisa melihat diri kita sendiri, orang lain atau apapun dan melalui kotak kecil itu kita juga bisa berbicara dengan teman yang sedang berada di tempat lain dan jauh dari sini”. Yang lain menjawab ” Tidak mungkin, bagaimana seseorang bisa masuk kedalam sebuah kotak kecil? Kalaupun bisa, itu pasti sihir” ujarnya. ” Kenapa tidak bisa?…Kita mengatakan tidak mungkin karena saat ini kita tidak tahu bagaimana cara membuatnya, dengan kata lain kita belum memiliki pengetahuan tentang itu…Dan bahkan suatu saat manusia juga bisa sampai ke bulan”. Yang lain tetap menyatakan ketidaksetujuannya. Mereka juga tetap berpendapat bahwa hanya dengan ilmu sihirlah manusia bisa pergi ke bulan. Orang itu menyampaikan kemungkinan lain, yakni suatu saat manusia bisa pergi ke sebuah tempat yang sangat jauh dimana tempat tersebut hanya bisa ditempuh dalam waktu berbulan-bulan, tetapi bisa dicapai hanya dalam hitungan jam. Mendengar hal ini sebagian besar manusia yang sedang berkumpul saat itu tertawa terbahak-bahak sambil mengecilkan kemungkinan kemungkinan yang telah mereka dengar dan merekapun akhirnya berlalu dan menganggap temannya yang satu ini sudah tidak waras lagi. Mereka merasa lebih baik pergi berburu untuk makan siang dari pada mendengarkan ide-ide seorang di antara mereka yang tidak masuk akal.
Setelah ditinggal pergi, manusia pra sejarah ini melamun dan kembali memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang lain. Dia terkejut ketika tiba-tiba seseorang yang berpakaian aneh datang menghampirinya sambil berkata ”Sebaiknya Anda tidak berkecil hati dengan sikap mereka, sebab kemungkinan-kemungkinan yang Anda katakan tadi memang telah terjadi di masa depan dimana manusia bisa menikmati siaran televisi, telefon, blackberry, cable TV dan teknologi komunikasi audio video digital dan sebagainya, melalui teknologi ruang angkasa, seorang manusia bernama Neil Amstrong berhasil menjadi orang pertama yang menjejakkan kakinya di bulan, bukan melalui ilmu sihir. Kemungkinan bahwa manusia bisa sampai dengan cepat di tempat yang sangat jauh juga benar, manusia telah menemukan kendaraan seperti pesawat, mobil, kereta api dan lain-lain. Jadi, teman-teman Anda mengingkari hal tersebut karena saat ini mereka belum memiliki pengetahuan tentang bagaimana kemungkinan-kemungkinan tersebut bisa terjadi”. Manusia pra sejarah ini hanya bisa tertegun dan bingung mendengar penjelasan dan kata-kata atau istilah asing yang baru saja dikatakan oleh orang aneh itu. Dalam hati dia bertanya siapakah orang yang berpakaian aneh ini? Bahan pakaiannya bahkan bukan dari kulit atau kayu dan tiba-tiba bisa muncul begitu saja di hadapannya. Seakan-akan mengerti tentang kebingungan yang dialami orang pra sejarah itu, orang aneh ini berkata ” Jangan heran… Aku adalah seseorang yang berasal dari masa depan. Aku bisa pergi ke masa ini sebab pada masaku, manusia telah berhasil menciptakan sebuah mesin yang bisa membawa manusia ke masa lalu dan masa depan…alat itu adalah mesin waktu”.
Kita kembali ke masa kini. Mesin waktu….Anda mungkin akan sama herannya dengan manusia pra sejarah tadi jika seseorang dengan yakinnya mengatakan bahwa suatu saat nanti manusia akan berhasil menciptakan mesin waktu. Keheranan Anda bisa jadi akan berujung kepada penyangkalan bahwa tidak mungkin mesin waktu itu bisa diciptakan. Logikanya seperti ini, apabila mesin waktu itu ada, maka semua peristiwa di dunia ini akan berubah. Seseorang atau siapa saja yang berkepentingan dengan mudah kembali ke masa lalu untuk berbuat apa saja. (Termasuk Gayus..). Seseorang bisa saja mencegah sebab-sebab beberapa peristiwa di masa lalu agar akibatnya tidak terjadi di masa kini dan sebaliknya atau siapa saja bisa dengan mudah pergi ke masa depan untuk melihat apa yang terjadi pada dirinya. Apabila itu terjadi, sejarah akan tertarik dan terulur selanjutnya bisa ditebak, dunia akan chaos.
Banyak perdebatan dan diskusi yang terjadi tentang hal ini sejak Einstein mengeluarkan jurnalnya berjudul On The Electrodynamics Of Moving Bodies 106 tahun lalu. Menurut Teori Relativitas Khusus pada jurnal tersebut, ruang dan waktu tidaklah absolut, melainkan relatif. Artinya, ruang dan waktu berbeda untuk setiap orang. Bagaimana seseorang mengalami kejadian dalam ruang dan waktu bergantung pada dua hal: dimana orang tersebut mengamatinya dan seberapa cepat ia bergerak bila dibandingkan dengan kecepatan cahaya.
Einstein mengamati bahwa kecepatan cahaya adalah konstan pada 299 ribu kilometer per detik. Kecepatan cahaya itu tidak akan berbeda, meskipun diamati oleh dua orang dari dua titik pengamatan yang berbeda. Sesuai dengan rumus, kecepatan (v) adalah jarak (d) dibagi waktu (t). Jika v adalah konstan, t dan d-lah yang seharusnya berubah-ubah. Salah satu konsekuensi adalah bahwa jam yang ada di dalam sesuatu yang bergerak selalu berdetak lebih lambat ketimbang jam yang diam di tempat. Dari sini muncul hipotesis yang terkenal “paradoks kembar”. Sepasang kembar dipisahkan, seorang menjadi astronot diterbangkan dengan roket berkecepatan tinggi menjelajahi galaksi dan kembali ke bumi, yang lain tinggal di bumi. Meskipun kecepatan roket mendekati kecepatan cahaya, butuh 10 ribu tahun bagi astronot itu menjelajah galaksi dan kembali ke titik tertentu di bumi. Karena geraknya relatif tinggi, usia astronot itu lebih lama ketimbang orang lain yang tinggal di bumi. Astronot akan kembali ke bumi hanya lebih tua beberapa tahun dari waktu ia meluncur. Sementara itu, saudara kembarnya sudah lama meninggal.
Prediksi melambatnya waktu juga telah dikonfirmasi melalui percobaan menerbangkan jam-jam atomik mengelilingi bumi dengan pesawat jet. “Jika Anda terbang dengan pesawat mengelilingi bumi ke arah timur, Anda akan lebih muda 59 nanodetik ketimbang jika Anda tetap berada di rumah,” kata Dr J. Richard Gott, ahli astrofisika di Princeton University, di New Jersey, Amerika Serikat. Rekor untuk tipe penjelajahan waktu ini, kata Gott, dipegang kosmonot Rusia Sergei Krikalev. Ia kembali ke bumi setelah tinggal di stasiun antariksa Rusia Mir selama 748 hari. Usianya menjadi lebih muda seperlima belas detik daripada jika ia tetap di bumi.
Pembahasan di atas adalah salah satu dari banyak bahan diskusi yang terjadi tentang prinsip sebuah mesin waktu. Tapi saat ini kita tidak perlu mencoba menilik lebih dalam melalui sisi fisika. Bukan berarti ingin mengecilkan fisika dan mengenyampingkannya, tetapi secara sains, diskusi ini masih terus berlanjut dan tulisan ini tidak mampu untuk mengakomodasi semua perbincangan dalam diskusi tersebut.
Kita akan coba memakai berbagai macam kemungkinan dan kenyataan yang telah terjadi pada manusia di masa lalu seperti yang telah kita bahas pada awal tulisan ini untuk menjelaskan bahwa hal ini bisa saja terjadi. Pertanyaan yang mungkin timbul adalah mengapa mesin waktu adalah suatu hal yang tak mungkin diciptakan? Jawabannya adalah seperti yang telah dikatakan bahwa saat ini kita belum mengetahui bagaimana pengetahuan logisnya. Situasi ini sama halnya saat orang-orang pra sejarah belum mengetahui pengetahuan logis tentang teknologi komunikasi dan transportasi. Mereka pasti mengingkari alat-alat seperti televisi, pesawat terbang dan lain-lain. Padahal itu merupakan hal-hal yang paling lumrah pada masa kini. Kemungkinan tentang mesin waktu selain dijelaskan pada teori relativitas waktu Einstein, juga muncul pada salah satu ayat kitab suci Alquran, Satu hari di akhirat hitungannya sama dengan 1000 tahun menurut perhitungan mu (di dunia). Terlalu agung memang sebuah kitab suci dibandingkan dengan teori seorang manusia yang bernama Einstein. Bisa saja makna ayat tersebut bukan demikian. Tetapi saat ini kita belum memiliki pilihan lain sehingga bisa kita katakan teori relativitas waktu tersebut memiliki korelasi dengan ayat pada kitab suci tersebut.
Dunia ini dipenuhi dengan berbagai kemungkinan. Kita tahu bahwa terdapat banyak dimensi. Bisa saja dunia yang kita alami saat ini merupakan salah satu dimensi dari berjuta dimensi lainnya. Dunia yang kita rasakan saat ini adalah tempat dimana bentuknya seperti ini, seperti saya dan anda sedang rasakan. Terdapat dunia dengan kemungkinan memiliki dimensi lain, dunia yang bukan seperti anda dan saya rasakan saat ini. Kemungkinan lainnya adalah antara anda dan teman anda dan juga saya terdapat perbedaan dimensi yang signifikan tentang cara merasakan dunia.
Bagi anda dunia yang sedang anda rasakan saat ini adalah suatu pengalaman dimana ada manusia di dalamnya, bentuk manusia seperti yang anda lihat, di dunia anda ada teman, ada hewan, pohon, teknologi, gunung, perang, cinta,sakit,sehat, senang, Gayus dan lain-lainnya. Itulah kenyataan dunia yang anda lihat dan rasa saat ini. Tetapi pernahkah anda bertanya, bagaimana dunia dirasakan oleh teman yang duduk disamping anda? Sudah pasti dia akan menjelaskan persis sama seperti yang anda jelaskan. Tetapi penjelasan tersebut memiliki kemungkinan telah tertafsir menurut versi anda sehingga anda akan mendengar seperti yang dijelaskannya. Bisa jadi malah, teman anda itu tidak ada. Dunia yang anda rasakan saat ini hanyalah dunia yang menurut anda saja. Dengan kata lain, sebenarnya anda sendirian. Semua yang anda rasakan saat ini hanyalah segala sesuatu yang hanya ada pada pikiran anda. Banyak mungkin diantara kita yang akan mengingkari hal ini. Tapi sekali lagi, hal ini teringkari sebab kita belum tahu bagaimana pengetahuan logisnya. Kemungkinan yang lain adalah dimensi-dimensi lain tersebut berlangsung secara paralel dengan dimensi dunia yang kita alami saat ini.
Kehidupan ini penuh dengan misteri. Sebab banyak pengetahuan logis yang belum kita ketahui dari dunia ini. Saat ini yang kita ketahui hanyalah kenyataan yang telah terjadi, kebiasaan dan sedikit kemungkinan-kemungkinan. Ketika anda selesai membaca tulisan ini anda merasakan kebingungan dan bahkan mengecilkan berbagai kemungkinan yang telah dijelaskan. Namun sesaat kemudian bisa saja seseorang yang berpakaian aneh datang ke hadapan anda sambil berkata “Jangan bingung…Semua yang anda baca itu benar, kemungkinan-kemungkinan itu telah terjadi di masa depan. Aku adalah seseorang yang diutus dari dunia dimensi lain. Aku dibayar oleh negara di dimensiku untuk mengejar seorang buronan yang kabur dari tahanan dalam kasus kejahatan inter dimensi…
No comments:
Post a Comment