Aku menatap langit di ufuk barat. Matahari sedang terbenam saat itu dan bangau-bangau berterbangan ke selatan. Semua ini membuatku berpikir bahwa aku tidak merindukanMu dulunya. Aku juga tidak menderita. Apa yang tidak membunuhku, akan membuat diriku menjadi lebih tangguh.
Aku merasa bahwa musim ini telah berubah menjadi dingin namun cengkeramannya masih berada dalam kehangatan. Suatu malam lainnya di pengadilan dengan percobaan tuntutan lama yang sama. Kasus pun dilanjutkan. Pertanyaan-pertanyaan lama yang sama juga ditanyakan lagi dan yang akhirnya menimbulkan penolakan yang sama.
Bayang-bayang berlari berdekatan seperti anggota-anggota hakim pengadilan itu. Aku mencoba bermain api dengan mencari jawaban-jawaban di dalam bara. Mengapa dulunya aku kehilangan pada keseluruhan arah itu? Pertanyaan ini hanyalah membuatku lagi-lagi berpikir untuk mengatakan “Aku tidak ingat sama sekali..”
Musim kembali berganti dan jari-jarinya yang dingin seperti merayap ke dalam tulangku saat malam. Kenangan-kenangan ini tidak pernah tidur dan semuanya terasa berbeda. Aku meminjam sebuah jubah untuk memberikan jarak yang berarti di antara kita. Semua kenangan itu akhirnya membuatku bertanya mengapa keyakinan ini membenarkan kebingunganku tentang keadaan bahwa seharusnya sekarang ini aku telah mencintaiMu?
Kekuatan apa yang telah mengikat bintang-bintang itu? Aku menanyakan hal itu saat aku memakai topeng untuk menyembunyikan bekas goresan luka di wajahku. Dan saat aku tidak pernah bisa menemukan suatu tempat untuk bersembunyi, aku juga bertanya tentang kekuatan apa yang telah membuat air laut ini menjadi pasang?
Apa yang menggerakkan bumi mengitari matahari dan apa yang bisa kulakukan selain lari, lari dan lari?. Takut akan kebaikan, takut akan kegagalan. Aku merasa seperti tiang tanpa layar saat kuku-kuku jari bulan sudah mulai terbenam.
Hari yang lain telah dimulai dan aku berpikir bahwa ketidakpedulian ini dulunya adalah hasil dari perbuatanku saat aku melakukan segalanya untuk mencari perhatianMu. Dulunya Kau adalah petunjuk, standar ukuranku, peta yang selalu kugunakan. Kata-kataMu adalah harta yang terpendam. Jika semua ini memang benar, hal terakhir yang kuharapkan, seperti yang dilakukan oleh para penuntut yang masih tersisa “Aku pasti telah sangat mencintaiMu saat ini…”
No comments:
Post a Comment