Total Pageviews
Sunday, October 10, 2010
Be Animal If You Want To Find A Great Romantic of Love
Beberapa waktu yang lalu aku nongkrong di sebuah kafe di Jogja dengan dua teman, Pierre dan Maya. Aku gak tau kenapa kita bisa ngomongin soal ketertarikan dengan lawan jenis. Ketertarikan yang gak bisa dijelaskan dengan logika. Kalo gak salah, Maya membicarakan sesuatu, tetapi aku gak tau apa sehingga aku berkomentar seperti ini: kebanyakan orang-orang pada punya standard tersendiri dalam menentukan pasangan ideal, seperti Oh aku suka cewek yang kayak gini, bla bla bla. Atau kalo cewek sering berkata, cowok yang sangat aku pengen seperti ini, itu dan lain-lain. Masing-masing orang punya standard yang beda dalam menentukan pasangan hidupnya dan berharap bisa menemukan pasangan seperti itu. But, sometimes it doesn’t make sense when we meet with somebody and we feel Oh God, she or he comes to my sense while she or he is not in it. He or she is not somebody we expect for falling in romantic live with us. He or she has nothing at all of my criteria. How come? Jangan heran seandainya situasi tersebut terjadi. Yang berperan dalam hal ini sebenarnya bukan logika pikiran ekspektasi tentang pasangan ideal yang telah kita tentuin dari dulu, tapi suatu persenyawaan kimia dalam tubuh yang sering kita sebut dengan konsep chemistry. Aku gak bisa menjelaskan bagaimana chemistry ini memainkan perannya saat tiba-tiba kita ketemu dengan seseorang dan langsung merasa Oh God, I really like him/her. Semua ekspektasi sifat dan karakter pasangan ideal yang kita inginkan buyar ketika chemistry itu mengambil peran. Kata Pierre, hey guys you need to know whatever we are, we are animal…we are animal. We smell it, we smell that chemistry which it can’t be explained what it smells like. But our body knows what smell it is..And when we smell it, we will never care anything except this woman or man should be in love with us. Whatever she/he is..! Menarik!!!!. Pernah liat binatang, kucing atau apapun? Mereka mencium sejenis bau dalam tubuh pasangannya dengan mengenduskan hidung ke tubuh lawan jenisnya. Ketika ketemu bau yang sesuai di lawan jenis..they do it!! So they do it after they smell it. Manusia sebenarnya juga seperti itu, kita mencium chemistry itu bukan dengan hidung physically seperti yang dilakukan oleh binatang. Tapi manusia memiliki indra yang lebih kompleks dan sempurna dimana fungsi dan kinerjanya terkadang belum bisa dijelaskan secara gamblang. Kita bisa merasa cocok dengan seseorang hanya dengan sedikit berinteraksi, sedikit mengenal dan sedikit memahami. Tapi kita merasa dan yakin bahwa dia adalah pasangan yang tepat. Tubuh dan perasaan langsung merespon 3 hal utama dalam hubungan, intimacy, passion dan commitment. And we are totally felt!!! Biasanya dalam hubungan yang seperti ini kita gak mau tau siapa dia dan bagaimana dia. Yang kita tau adalah semua sensor chemistry dalam tubuh dan perasaan tersentuh oleh chemistry yang dia miliki dan akhirnya membangkitkan keinginan intimacy, gairah dan komitmen yang harus segera dipenuhi. Pasangan yang menemukan hubungan dengan fenomena seperti ini lebih mampu menerima kekurangan pada pasangannya. Semua respon sesuai dan tetap menyatu oleh bahan dasar yang kita sebut chemistry tadi. Aku gak bermaksud mengecilkan kita sebagai manusia, tapi dalam hal ini aku hanya mau menjelaskan siapa kita sebenarnya. Apapun yang kita lakukan, kita tetap Hewan!!! Bullshit jika kita mendapatkan pasangan sesuai dengan kritera yang kita harap dan inginkan terus bisa hidup bersama selamanya tanpa menemukan chemistry yang cocok, tanpa keduanya bisa smell it. Aku gak heran dengan pasangan yang bisa menjalani The Great Romnatic of Love seumur hidup walau mereka dulunya gak pernah berpikir bahwa pasangan mereka berada dalam criteria yang mereka inginkan. Sekali lagi, chemistry memainkan peranannya. So guys, if you want to have a great romantic of love..be an animal, leave your humanity!!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment